Selasa, 06 Mei 2014

Buah Manis Taat Pada Allah

Posted by Unknown On 21.29


وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيارِكُمْ ما فَعَلُوهُ إِلاَّ قَلِيلٌ مِنْهُمْ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا ما يُوعَظُونَ بِهِ لَكانَ خَيْراً لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتاً ، وَإِذاً لَآتَيْناهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْراً عَظِيماً، وَلَهَدَيْناهُمْ صِراطاً مُسْتَقِيماً 

“Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka). Dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami. Dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus” (Surah an-Nisa [4]: 66-68) Muqaddimah Sabab nuzul ayat di atas terkait dengan sahabat Tsabit bin Qays bin Syimas yang saling berbangga diri dengan seorang Yahudi. 

Orang Yahudi itu berkata: Demi Allah, Allah pernah menyuruh kami agar membunuh diri-diri kami, lalu kami lakukan. Bahkan mencapai tujuh puluh ribu orang lebih. Mendengar ucapan itu, Tsabit lalu berkata: Sekiranya Allah menetapkan, bunuhlah diri kalian tentu saja kami tak segan menyambut seruan tersebut. Dalam riwayat lain, ketika ayat ini turun, seorang laki-laki berkata: 

Jika kami diperintahkan niscaya kami siap melakukannya. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kami. Ucapan itu lalu sampai kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (Saw). Nabi bersabda: Sesungguhnya diantara umatku ada yang keimanan di dalam hatinya lebih kokoh dari gunung yang paling kokoh sekalipun. Dari jalur berbeda, ucapan tersebut disandarkan kepada Abu Bakar ash-Shiddiq yang berkata: Sekiranya hal itu diwajibkan, sungguh saya akan memulainya dari diri dan keluarga saya sendiri . (Tafsir al-Jami’ li Ahkam al- Qur’an, Abu Abdillah Muhammad al-Qurthubi) Makna ayat Seorang mufassir (ulama tafsir) Imam Abdurrahman Nashir as-Sa’di, mengawali penjelasannya dengan mengajak setiap Muslim memperbanyak pujian dan bersyukur kepada Allah Sang Pencipta. 

Ayat ini menjadi “garansi” betapa beratnya ketaatan kepada Allah, terlebih jika hal itu berseberangan dengan keinginan nafsu dan dorongan jiwanya. Contoh, jika Allah perintahkan bunuhlah diri kalian atau keluarlah dari rumahmu. Dia menjamin, sangat sedikit yang bisa melakukannya meski Allah mengibaratkan dan mengaitkan perintah tersebut sebagai konsekuensi dari keimanan seorang hamba sekalipun. Olehnya, bersyukur menjadi pilihan tak terelakkan bagi setiap Muslim. Dengan segala karunia nikmat yang diberikan kepada setiap makhluk-Nya, Allah tidak juga sampai menyuruh hamba-Nya untuk membunuh dirinya dan mengusirnya dari kampung halamannya. Meski demikian, harus diakui sudah begitu banyak perintah Allah yang kita ingkari dan berbagai larangan yang kita langgar selama ini. Padahal, boleh jadi dengan segala kemurahan Allah, semua itu belum sebanding dengan seluruh pemberian dan karunia nikmat-Nya, sejak awal penciptaan bumi dan langit ini hingga tiba hari Kiamat kelak. Buah manis dari kebaikan Ayat di atas juga mengandung busyrah (kabar gembira) bagi orang-orang yang selama ini istiqamah mengerjakan perintah agama. 

Setidaknya ada empat hal yang disebut langsung oleh Allah sebagai janji yang datang dari Zat Yang Maha Menepati janji-Nya. Pertama, hamba tersebut beroleh kebaikan dan dicap baik oleh Allah (la kana khairan lahum). Adanya “stempel” kebaikan dari Allah tentu saja menjadi alamat keberuntungan buat hamba tersebut. Tsubutu syain yastalzimu nafya dhiddihi, demikian sebuah kaidah menerangkan. Ketika sebuah warna dominan menetapi sesuatu, dengan sendirinya warna yang dominan itu menafikan warna selain dirinya. Jika seorang Muslim sudah dicap baik oleh Allah, tentu saja perilakunya senantiasa baik dan ia menjadi ringan melakukan kebaikan apa saja dengan bantuan Allah Ta’ala. 

Kedua, seorang Muslim mendapat jaminan keteguhan iman dari Allah (wa asyadda tatsbitan). Jika ia istiqamah menegakkan ajaran agamanya, niscaya Allah tak sungkan menolongnya dengan memberinya keteguhan iman dan mengokohkannya. Bagi seorang Muslim, keteguhan iman adalah harga mati yang yang tak bisa ditawar. Terlebih di akhir zaman sekarang, di saat dunia diselimuti dengan fitnah dan syubhat agama yang merajalela. Ketika ketaatan dan kemaksiatan tak lagi bisa dikenali dengan mudah. Orang-orang menyanjung pelaku keburukan dan menghormatinya, sedang orang-orang baik justru terpinggirkan dan menjadi orang-orang asing di lingkungannya. 

Ketiga, orang-orang yang gemar melaksanakan perintah agamanya niscaya mendapat ganjaran pahala yang besar (laataynahum min ladunna ajran adziman). Cukuplah orang beriman itu diberi janji memperoleh ganjaran yang datang dari sisi Allah Ta’ala. Sebab ganjaran tersebut berlaku di dunia dan terlebih di akhirat nanti. Di dunia ia bakal mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan jiwa. Sedang di surga, orang-orang beriman itu memperoleh apa-apa yang selama ini belum pernah terlihat oleh mata mereka. Sesuatu yang ia belum dengar sebelumnya, bahkan tak terjangkau oleh khayalan hati dan fikiran manusia sekalipun. Keempat, pelaku kebaikan itu mendapat jaminan hidayah dari Allah (wa lahadynahum shirathan mustaqiman). Pastinya Kami tunjuki ia ke jalan yang lurus, begitu janji Allah kepada hamba-Nya. Imam as-Sa’di mengurai persoalan ini dengan berkata: Hal ini merupakan bentuk keumuman makna setelah pengkhususannya. Yaitu, dari kemuliaan hidayah menuju jalan yang lurus. Orang yang beroleh hidayah umumnya mengenal kebenaran (al-haq), mencintai serta mengamalkannya. Bahkan tak jarang ia siap memperjuangkan kebenaran tersebut. Alhasil, jalan kebaikan (shirath mustaqim) itu dengan sendirinya mengantar orang tersebut merasakan kebahagiaan dan ketenangan di dalam jiwanya.

Ayah kamu adalah super hero ku

Posted by Unknown On 21.23
Jika ditanya "Di antara ayah dan ibu, siapa yang paling hebat?" apa jawaban Anda? Masyarakat Indonesia memiliki sebuah tradisi bahwa ibu adalah orang yang paling berjasa di dalam hidup. 

Bahkan ada istilah surga di telapak kaki ibu. Benar bahwa seorang wanita akan berjuang habis-habisan mengantar Anda menuju sebuah kehidupan. Namun jika Anda lihat kembali, seorang ayah juga sama-sama berjuang untuk kehidupan Anda. 

Hanya saja, seorang ayah, seperti pria pada umumnya, tidak mau menunjukkan kasih sayangnya seperti ibu. Walau seringkali seorang ayah mencintai anak-anaknya secara diam-dia, cinta mereka sama besarnya seperti seorang ibu. Jadikanlah tulisan-tulisan ini sebagai sebuah renungan. Seorang ayah mungkin tidak akan menelepon anaknya saat sedang jauh. Tetapi ayah selalu bertanya pada ibu bagaimana kabar Anda, apakah di sana Anda baik-baik saja, apakah Anda makan teratur dan sebagainya. 

Kadang, ayahlah yang menitip pertanyaan saat ibu menelepon anak-anaknya. Namun ayah jarang mau bicara langsung, karena dia ingin Anda mandiri, dan juga.. seorang ayah tidak mau terlihat merindukan anak-anaknya, karena dia tidak ingin Anda mencemaskannya. 


Dikisahkan seorang anak perempuan berada dalam ambang rasa frustasi karena penolakan dari sejumlah sekolah kedokteran yang menjadi cita-citanya. Saat ia menaiki tangga menuju lantai atas, ia mendengar ayahnya berbicara dengan temannya melalui telepon. Itu hal yang tak biasa karena ayahnya jarang menelepon dan bukan tipe orang yang senang bergaul. 

Ada satu kalimat dari perbincangan tersebut yang membuat si anak begitu terperangah. “Ya, putri saya, Meg, akan masuk sekolah kedokteran musim gugur mendatang. Meskipun ia belum yakin akan bersekolah di mana.” Kepala anak gadis itu terasa pusing, ia merasa seolah akan pingsan. Ia baru saja ditolak di sana-sini, namun sang ayah berbicara begitu yakinnya. 

 “Kata-katanya tidak mengubah arah hidup saya. Tapi intonasi, perubahan suara, dan kepercayaan dirinya meninggalkan dampak luar biasa. Satu kalimat yang mengubah hidup saya,” ujar sang anak. Berkat keyakinan sang ayah, gadis itu berhasil diterima di Fakultas Kedokteran dan menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh hingga sukses. Siapakah gadis tersebut? Ia adalah Dr Meg Meeker, yang selama 20 tahun melakukan penelitian pada sejumlah anak perempuan yang datang untuk konseling. 


Data dan pengalaman klinisnya menunjukkan bahwa peran ayah sangat menentukan arah hidup anak-anak perempuan mereka. Dalam bukunya Strong Fathers, Strong Daughters ia menyatakan, faktor terpenting seorang ayah dalam pertumbuhan anak perempuan adalah dalam hal memegang teguh nilai-nilai konservatif. Ayah seperti itu merupakan pelindung terbaik dari gangguan pola makan, kegagalan di sekolah, hamil di luar nikah, prestasi akademik, pernikahan yang sukses, dan kehidupan emosional yang memuaskan. Paparan di atas mengingatkan kita pada sebuah kisah yang jauh lebih dahsyat yang ditulis di Shahih Muslim dalam kitab Zikir wad-Dua’ pada bab Tasbih di Awal Siang dan Tatkala Hendak Tidur . 


 Dikisahkan oleh Ali RA bahwa istrinya, Fatimah Az-Zahra RA hidup dalam kesulitan dengan pekerjaan sehari-harinya. Ali RA berkata, “Wahai Rasulullah SAW, Fatimah menggiling gandum dengan alat penggiling hingga melecetkan tangannya dan mengangkut qirbah berisi air hingga berbekas di dadanya. Ketika kutahu beberapa hamba sahaya datang kepada Anda, aku menyuruh Fatimah agar menemui dan meminta pelayan dari Anda guna meringankan bebannya.” Rasulullah SAW lalu berkata, “Maukah kuberitahukan kepada kalian yang lebih baik daripada apa yang kalian minta dariku? Jibril mengajarkan padaku, hendaklah kalian mengucapkan: subhanallah setiap selesai shalat 10 kali, alhamdulillaah 10 kali dan Allahu Akbar 10 kali. Apabila kalian hendak tidur, ucapkan subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali dan Allahu akbar 33 kali.” Ajaran sang ayah begitu melekat di hati Fathimah RA. Hingga ia dikenal sebagai orang yang hidup dalam kesulitan, tapi mulia dan terhormat. 


Suatu kali, ia mengangkut air dalam sebuah qirbah dan bekal di atas punggungnya untuk memberi makan kaum Muslimin yang berjihad. Kisah di atas sangat jelas menunjukkan bahwa betapa besar peran seorang ayah bagi anak perempuannya dalam hal menanamkan prinsip dan nilai-nilai. Justru karena sangat menyayangi putrinya, Rasulullah SAW bukan memanjakannya, namun dengan tegas menunjukkan jalan menuju kemuliaan hingga Fathimah RA dikenal sebagai pemimpin wanita-wanita mukmin dan penghuni surga yang paling utama.* Penulis Buku Mendidik Karakter dengan Karakter.

Demi Hijab

Posted by Unknown On 21.16
Apa sih yang bisa dilakukan seorang gadis remaja muslim yang berusia 16 tahun? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin beragam. Tapi apa yang dilakukan oleh Amara Majeed sungguh luar biasa. Di usia 16 tahun, ia sudah membuat The Hijab Project. Seperti yang dilansir oleh bustle.com, 

proyek ini dibuat untuk meningkatkan pemahaman dan rasa saling mengerti antara umat muslim dan non-muslim di Amerika. Di dalam situs The Hijab Project, para wanita Muslim berjilbab membagikan cerita tentang pengalaman mereka berjilbab. Ada banyak sekali kisah suka dan duka yang dibagi oleh para wanita muslim berjilbab. 

Ada yang pernah dipanggil teroris, tetapi ada juga yang malah dilamar oleh seorang pria karena kekaguman pria tersebut melihat sang wanita terlihat anggun dengan memakai jilbab. Di dalam proyek ini, para wanita non-muslim juga bisa mencoba untuk membagikan cerita dan pengalamannya saat mencoba untuk berjilbab di tempat umum. 

Dengan cara ini, para wanita baik muslim dan non-muslim bisa semakin saling mengerti dan memahami satu sama lain. Beberapa teman Amara Majeed telah mencoba memakai jilbab di publik. Dan dari teman-temannya itu mengaku bahwa pengalaman benar-benar bisa membuka mata dan membuat mereka lebih berpikiran terbuka. Majeed kini merasa bahwa hijab sesungguhnya membebaskan. 

"Orang-orang melihatku dari sisi siapa aku bukan dari bagaimana penampilanku," jelasnya. Setiap kontributor yang menulis di website The Hijab Project memiliki cerita yang beragam. Salah satunya adalah masih ada yang mendapatkan diskriminasi dan penolakan saat ia memakai jilbab di depan publik. Beberapa wanita berjilbab juga masih ada yang merasa tertekan oleh teman sekelas mereka dan orang-orang yang mereka temui. Majeed memang adalah warga Amerika dan dia berjilbab, 

dia menyatakan bahwa masih ada anggapan bahwa wanita yang sudah menggunakan kerudung akan dianggap sebagai bukan orang Amerika atau sebagai orang asing. Perjuangan Majeed masih akan terus berlanjut. Semuanya adalah agar sudah tidak ada lagi salah pengertian atau perspektif yang salah tentang wanita berjilbab. Selain sibuk dengan The Hijab Project, Majeed juga mengajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah. Semoga sukses selalu untuk proyeknya, Majeed.

source by vemale.com

Gelisah Menghantui

Posted by Unknown On 21.10
Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya. Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? 

Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya? 

Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk. Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. 

Siapa saja bisa masuk. Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah? Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. 

Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya. Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul. Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. 

Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas. Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. 

Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib. Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang. 

 Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan? 

Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini: "Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya. Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.

Bersyukur

Posted by Unknown On 21.03
Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. 


Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu. Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh... Aku sudah menua. 


Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?” Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian. 


“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah. Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia. Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, 


“Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat.” Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.


Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, 
“Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.” 
“Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” 
tanya si pedagang. “Silakan.” “Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?”
 “Tidak, Pak Tua. 

Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini”. 

 Mari, jangan sampai kita menjadi budaknya materi. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia.

Bersedekah Dulu Baru Kaya

Posted by Unknown On 20.59
Banyak orang berpikir harus punya banyak uang dahulu untuk bersedekah. Akibatnya, sedekah pun tak segera dilaksanakan lantaran belum juga kaya raya. Sebuah pesantren di Lamongan, Jawa Timur sejak dini mengajarkan kepada para santrinya untuk bersedekah kepada sesama. 

Bukan cuma uang yang disedekahkan, apa saja yang dimiliki demi untuk membantu sesama bisa disedekahkan, keahlian sekali pun. Uniknya, pesantren yang berada di Desa Turi, Kecamatan Turi, Lamongan ini kerap membagi-bagikan lampu bekas kepada warga sekitar, tentunya yang masih bisa dipakai. Bagaimana ceritanya? "Ini soal prinsip, ideologi. 

Dulu founding father kami, guru kami mengajarkan kami sedekah jangan kaya dulu. Kemudian apa yang bisa kita sedekahkan kepada orang lain meski kita gak punya," kata Gus Naim, salah satu pengasuh Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) kepada merdeka.com, Kamis (27/2). Gus Naim bercerita, awalnya para santri di pesantren yang dia asuh memiliki kebiasaan mengotak atik barang-barang elektronik bekas yang sudah rusak dan akhirnya bisa dihidupkan kembali. Sehingga akhirnya tercetuslah ide untuk memanfaatkan lampu-lampu yang sudah tak terpakai, di otak atik kembali dan akhirnya bisa dimanfaatkan dan dibagikan secara cuma-cuma kepada warga. 

 "Di sini semua kerusakan bisa diselesaikan sendiri, misalnya sanyo, lampu dan lain-lain," kata Gus Naim. "Jadi apa yang bisa kita berikan, termasuk skill ya kita sedekahkan," imbuhnya. Gus Naim berbagi cerita soal bagaimana menghidupkan kembali lampu yang sudah rusak dan tak terpakai. Lampu-lampu yang didapatkan dari door to door rumah warga dan diambil dari tempat-tempat sampah tersebut dibongkar kembali, kemudian dilihat onderdilnya yang rusak di bagian mana. Jika ada onderdil yang gak bisa dipakai, dibelikan penggantinya dengan harga yang sangat murah, antara Rp 500-700 saja. "Kalau yang rusak tabungnya, kami belum mampu membuat teknologinya atau pun menyervisnya," ungkap Gus Naim. Setelah diperbaiki, lampu tersebut dibagikan kepada para warga sekitar yang membutuhkan. Gratis, tis, tis.

source by merdeka.com

Kisah Umar Prihatin Pada Rakyat Miskin

Posted by Unknown On 20.53
Krisis itu masih melanda Madinah. Korban sudah banyak berjatuhan. Jumlah orang-orang miskin terus bertambah. Khalifah Umar Bin Khatab yang merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah itu, memerintahkan menyembelih hewan ternak untuk dibagi-bagikan pada penduduk. Ketika tiba waktu makan, para petugas memilihkan untuk Umar bagian yang menjadi kegemarannya: punuk dan hati unta. Ini merupakan kegemaran Umar sebelum masuk islam. “Dari mana ini?” Tanya Umar. “Dari hewan yang baru disembelih hari ini,” jawab mereka. “Tidak! Tidak!” kata Umar seraya menjauhkan hidangan lezat itu dari hadapannya. “Saya akan menjadi pemimpin paling buruk seandainya saya memakan daging lezat ini dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk rakyat.” 

 Kemudian Umar menuruh salah seorang sahabatnya,” Angkatlah makanan ini, dan ambilkan saya roti dan minyak biasa!” Beberapa saat kemudian, Umar menyantap yang dimintanya. Kisah yang dipaparkan Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya ar-Rijal Haular Rasul itu menggambarkan betapa besar perhatian Umar terhadap rakyatnya. Peristiwa seperti itu bukan hanya terjadi sekali saja. Kisah tentang pertemuan Umar dengan seorang ibu bersama anaknya yang sedang menangis kelaparan, begitu akrab di telinga kita. Ditengah nyenyaknya orang tidur. 

Ia berkeliling dan masuk sudut-sudut kota Madinah. Ketika bertemu seorang ibu dan anaknya yang sedang kelaparan, Umar sendiri yang pergi mengambil makanan. Ia sendiri juga yang memanggulnya, mengaduknya, memasaknya dan menghidangkannya untuk anak-anak itu. Keltika kelaparan mencapai puncaknya Umar pernah disuguhi remukan roti yang dicampur samin. Umar memanggil seorang badui dan mengajaknya makan bersama. Umar tidak menyuapkan makanan ke mulutnya sebelum badui itu melakukannya terlebih dahulu. Orang badui sepertinya sangat menikmati makanan itu. 

“Agaknya Anda tidak pernah merasakan lemak?” Tanya Umar. “Benar,” kata badui itu. “Saya tidak pernah makan dengan samin atau minyak zaitun. Saya juga sudah lama tidak menyaksikan orang-orang memakannya sampai sekarang,” tambahnya. Mendengar kata-kata sang badui, Umar bersumpah tidak akan makan lemak sampai semua orang hidup seperti biasa. Ucapannya benar-benar dibuktikan. Kata-katanya diabadikan sampai saat itu, “Kalau rakyatku kelaparan, aku ingin orang pertama yang merasakannya. Kalau rakyatku kekenayangan, aku ingin orang terakhir yang menikmatinya.” Padahal saat itu Umar bisa saja menggunakan fasilitas Negara. Kekayaan Irak dan Syam sudah berada ditangan kaum Muslimin. Tapi tidak. Umar lebih memilih makan bersama rakyatnya. Pada kesempatan lain, Umar menerima hadiah makanan lezat dari Gubernur Azerbeijan, Utbah bin Farqad. Namun begitu mengetahui makanan itu biasanya disajikan untuk kalangan elit, Umar segera mengembalikannya. 

Kepada utusan yang mengantarkannya Umar berpesan, “Kenyangkanlah lebih dulu rakyat dengan makanan yang biasa Anda makan.” Sikap seperti itu tak hanya dimiliki Umar bin Khattab. Ketika mendengar dari Aisyah bahwa Madinah tengah dilanda kelaparan. Abdurrahman bin Auf yang baru pulang dari berniaga segera membagikan hartanya pada masyarakat yang sedang menderita. Semua hartanya dibagikan. Ironisnya, sikap ini justru amat jauh dari para pejabat sekarang. Penderitaan demi penderitaan yang terus melanda bangsa ini, tak meyadarkan mereka. Naiknya harga kebutuhan pokok sebelum harga BBM naik dan meningkatnya jumlah orang-orang miskin, tak menggugah hati mereka. Bahkan, perilaku boros mereka kian marak. Anggota Dewan yang ditunjuk rakyat sebagai wakil, justru banyak yang berleha-leha. Santai dan mencari aman. Pada saat yang sama, para pejabat yang juga dipilih langsung, tak pernah memikirkan rakyat. Yang ada dalam benak mereka , 

bagaimana bisa aman selama lima tahun ke depan. Mereka yang dulu vocal mengkritik para pejabat korup dan zalim, justru kini diam. Ia takut kalau kursi yang saat ini didudukinya lepas. Sungguh jauh beda dengan Abu Dzar al-Ghifari, seorang sahabat Rasulullah saw. Ketika suatu saat dia cukup pedas mengkritik para pejabat di Madinah, Ustman bn Affan memindahkannya ke Syam agar tak muncul konflik. Namun, ditempat inipun ia melakukan kritik tajam pada Muawiyah bin Abu Sufyan agar menyantuni fakir miskin. Muawiyah pernah mengujinya dengan mengirimkan uang. Namun ketika esok harinya uang itu ingin diambilnya kembali, ternyata Abu Dzar telah membagikannya pada fakir miskin. 

 Sesungguhnya, negeri kita ini tidak miskin. Negari kita kaya. Bahkan teramat kaya. Tapi karena tidak dikelola dengan baik, kita menjadi miskin. Negeri kita kaya, tapi karena kekayaan itu hanya berada pada orang-orang tertentu saja, rakyat menjadi miskin. Kekayaan dimonopoli oleh para pejabat, anggota parlemen dan para pengusaha tamak. Di tengah suara rintihan para pengemis dan orang-orang terlantar, kita menyaksikan para pejabat dan orang-orang berduit dengan ayik melancong ke berbagai negari. Mereka seolah tanpa dosa menghambur-hamburkan uang dengan membeli barang serba mewah. Ditengah gubuk-gubuk reot penuh tambalan kardus bekas, kita menyaksikan gedung-gedung menjulang langit. Diantara maraknya tengadah tangan-tangan pengemis, mobil-mobil mewah dengan santainya berseleweran. Pemandangan kontras yang selalu memenuhi hari-hari kita. Dimasa Umar bin Abdul azis, umat islam pernah mengalami kejayaan. Kala itu sulit mencari mustahiq (penerima) zakat. 

Mereka merasa sudah mampu, bahkan harus mengeluarkan zakat. Mereka tidak terlalu kaya. Tapi, kekayaan dimasa itu tidak berkumpul pada orang-orang tertentu saja. Disinilah peran zakat, infak dan shadaqah. Tak hanya untuk ‘membersihkan’ harta si kaya, tapi juga menuntaskan kemiskinan. Jika ini tidak kita lakukan, kita belum menjadi mukmin sejati. Sebab, seorang Mukmin tentu takkan membiarkan tetanggana kelaparan. Rasulullah saw bersabda, “Tidak beriman seseorang yang dirinya kenyang, sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Muslim) (Majalah Sabili no 7 Th XIII Judul Asli : "Prihatin pada Rakyat Miskin")

10 Tahun Cuma Pakai Gaun Pengantin

Posted by Unknown On 20.47
Seorang wanita di China hanya mau mengenakan gaun pengantin selama sepuluh tahun terakhir, setelah dia menemukan cinta sejatinya. Anda mungkin berpikir ini gila, tetapi tunggu sampai Anda membaca tentang kisah hidup Xiang Junfeng yang memilukan. Xiang, 47, yang berasal dari Jimo, di Provinsi Shandong, China, diculik dan dijual kepada seorang pria tua di kota tetangga, Linyi. 


Dia memperlakukan Xiang selayaknya budak, dan memaksanya untuk bekerja di ladang. Setelah 15 tahun hidup dalam penyekapan, dia akhirnya menemukan keberanian untuk melarikan diri. Dia berhasil melarikan diri ke desa Liujiazhuang. Beruntung, seorang wanita di desa itu bersedia untuk membantunya. Rupanya, wanita itu bukan hanya menjadi penyelamat Xiang, 


tetapi juga mencomblangi wanita itu dengan adik kandungnya, Zhu Zhengliang. Xiang dan Zhu menikah pada tahun 2004. Saking senangnya, sejak itu Xiang bahkan menolak untuk mengenakan apa pun, kecuali gaun pernikahannya. Meskipun dia hanya memiliki satu gaun pernikahan, Xiang kemudian membuat gaun lainnya setiap musim. "Saya trauma karena dulu pernah hidup dengan orang yang kasar dan keras. Rasa trauma itu membuat saya menghindari orang-orang, sampai saya akhirnya bertemu seseorang yang dapat membawa saya benar-benar keluar dari cangkang saya, 


dan memperlakukan saya begitu berbeda. Saya bahkan tidak bisa percaya, ketika dia akhirnya meminta saya untuk menikah dengannya," ungkap Xiang kepada bandao.cn. Xiang juga mengaku bahwa hari pernikahannya adalah hari terindah dalam hidupnya, dan dia tidak pernah ingin hal itu berakhir. Saat itulah dia memutuskan untuk tidak hanya tetap mengenakan gaun pengantin yang dipakainya, tetapi juga benar-benar membuat empat gaun pengantin lainnya. Sejak menikah dengan Zhu, 


kondisi mental Xiang semakin lama semakin membaik. Zhu telah membantunya untuk merehabilitasi kondisi mental istrinya, dan mereka sudah merasa nyaman dengan satu sama lain. Xiang juga merasa sangat senang karena suaminya telah memperlakukannya dengan sangat baik. Meski begitu, beberapa tetangga Xiang menganggap perilaku wanita itu aneh, terutama ketika wanita itu datang ke ladang dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Namun, Xiang tidak begitu peduli tentang apa yang dikatakan orang tentang dirinya. Dia juga mengatakan bahwa hal itu tidak mengganggu suaminya, karena pria itu tahu bahwa itu bisa membuat istrinya bahagia.

Pentingnya sholat tepat waktu

Posted by Unknown On 20.42
Shalat, yang seharusnya menjadi kegiatan yang teramat penting bagi kita, kebutuhan dan prioritas utama dalam kehidupan, seringkali malah kita letakkan di urutan paling akhir. Tak hanya saat kita sedang dilanda kesibukan, namun tak jarang juga pada waktu-waktu luang kita. Shalat sering kali terlupakan, atau lebih tepatnya dilupakan. 

Ia kerap ditunda sebisa mungkin, sampai di sisa-sia waktu. Itupun sudah dianggap paling baik, daripada tidak dikerjakan sama sekali. Masih untung kita melaksanakan shalat kan? Sulit memang, bila kita terus membandingkan apa yang kita lakukan dengan hal-hal yang lebih buruk. 

Karena, seperti selalu ada yang lebih baik, juga selalu ada yang lebih buruk. Hanya saja, dalam hal perbuatan baik, kita tentu harus melihat ke atas, ke arah yang lebih baik, agar kita bisa terus menjadi orang yang maju, menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tentu tidak sama, shalat yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh di awal waktu dengan shalat yang dilakukan sekedarnya di ujung waktu. 

Pasti ada perbedaan dari segi nilai maupun manfaat. Hanya shalat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh yang dapat memberi pengaruh bagi kebaikan jiwa dan kehidupan kita. Selain itu, ada keutamaan yang lebih dalam setiap kebaikan yang kita lakukan dengan usaha serta kesungguhan yang lebih. Begitu pun dengan shalat tepat waktu. 

Seperti yang disebutkan dalam hadis berikut : Dari Ibnu Mas`ud berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah : Apakah amalan yg paling afdhal?”, beliau bersabda : “Shalat pada waktunya”, aku berkata kembali : “Kemudian apa?”, beliau bersabda : “Berbakti kepada kedua orang tua”, “Kemudian apa?”, beliau bersabda : “Berjihad fi sabilillah”. Ibnu Mas’ud berkata : Rasulullah menyampaikannya kepadaku secara langsung, jikalau aku meminta tambahan nasehat lagi niscaya beliau menambahnya. 

(HR. Bukhari dan Muslim). Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Seandainya orang-orang mengetahui pahala adzan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari). 

 Hanya dengan menyadari betapa pentingnya shalat bagi diri dan kehidupan kita, bahwa ia sesungguhnya kita butuhkan, selain tentunya kewajiban yang harus dilaksanakan. Hanya dengan demikianlah, kita bisa mulai benar-benar menjadikannya prioritas dalam hidup kita, dan dengan begitu melaksanakannyadi awal waktu. Dengan sepenuh hati. Dengan segenap jiwa. "Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan." (QS. Al Hajj: 77).

Melacur Demi kelangsungan Hidup

Posted by Unknown On 20.38
"Kisah Nyata Jeritan Hati" Iva Rohdotul Istiana Yang Biasa di panggil Iva Seorang Gadis umur 17thn yang Seharus nya Menutup aurat nya Sekarang Dia Harus Membuka Aurat nya Bahkan dia Menjual Keperawan nya Seharga 4,5 Juta. 


Demi oprasi Ibu nya yang menderita Penyakit Tumor Iva yang Sekarang Berada Di Tangan polisi Menyatakan Bahwa diri nya,tidak mau Kehilangan Ibu yang di cintai nya sehingga Dia Harus Rela Mengorbankan Harga Diri nya Operasi Tumor Yang membutuhkan Biaya Sekitar 6 juta Itu,


Iva Merasa tidak Sanggup Dan tidak Mampu Membiayai nya,sedangkan ayah kandung Iva Hanya Seorang Buruh Macul di Ladang Menurut keterangan Iva dia Menjual Diri selama 4x dalam seminggu Dengan Seorang Pengusaha kaya Dan uang nya Untuk pembiayaan Ibuk nya serta Membayar biaya Sekolah Adik nya Ibu kandung "Iva Rohdotul Istiana" yang Sekarang terdampar Di Rumah Sakit Sangat Kaget dan Sangat 


Terpukul Mendengar Kabar Putri nya Bahkan Ibu kandung Iva Tidak tau bahwa Iva Menjual Diri Demi Oprasi Tumor yg di Derita nya Iva Rohdotul Istiana Yang di Juluki Gadis Muslimah ini Akhir nya jadi Cemohan Dari Warga Bahkan Iva di Cap Membawa Aib Di Desa nya Menurut Kepala Desa nya,Iva Bukan seorang gadis Nakal atau pelacur Melainkan Iva adalah seorang Malaikat Kecil yang berusaha Menolong Orang tua nya ~Tebarkan Cinta dan Kasih Sayang Agar Kita Menuai Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup Kita dan Keluarga Kita. Apabila kita Sayangi Sesama, Maka Tuhan Akan Menyayangi Kita~

Orang Yang dido'akan Malaikat

Posted by Unknown On 20.32
Inilah 12 Golongan yang akan dido'akan para Malaikat. Simaklah satu persatu. 

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.... "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar) 

 2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat. "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469) 

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah. "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib) 

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf). "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah) 

5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782) 

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106) 

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no.9140) 

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733) 

9. Orang-orang yang berinfak. "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010) 

10. Orang yang sedang makan sahur. "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar) 

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit. "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754) 


12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Berdo'alah Selalu

Posted by Unknown On 20.28
Kisah nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran. Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat. 

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam? Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuanmanda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba. Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek. Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. 

Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk, siapa ya? Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: "Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda." 

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang. Dokter mendatanginya dan berkata: 

Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do'a anda. Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu. Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do'anya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. 

Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a kepada Allah agar memudahkannya. Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do'a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini. Kesimpulan: Jangan pernah berhenti berdo'a sampai Allah menjawabnya.

Cinta Karena Allah

Posted by Unknown On 19.34
Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya .. sambil menangis isteri berkata, " Inilah janji kami sebagai suami isteri... Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu..." 

Dari luar kamar jenasah rumah sakit, seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya... ustadz tersebut kemudian bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya. Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa, "Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu... Wahai suamiku... Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menyatukan kita di akhirat nanti..." Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata... 

"Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami... semoga Allah beri pahala untukmu wahai suamiku..." Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata... "Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku..., semoga Allah beri pahala yang berlipat-berganda untukmu wahai suamiku ..." Saling Mencintai Karena Allah Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya .. sambil menangis isteri berkata, " Inilah janji kami sebagai suami isteri... Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu..." 

Dari luar kamar jenasah rumah sakit, seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya... ustadz tersebut kemudian bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya. Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa, "Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu... Wahai suamiku... Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menyatukan kita di akhirat nanti..." 

Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata... "Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami... semoga Allah beri pahala untukmu wahai suamiku..." Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata... "Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku..., semoga Allah beri pahala yang berlipat-berganda untukmu wahai suamiku ..." Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata... "Dengan kaki ini engkau keluar rumah mencari rezeki untuk kami, 

berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku... semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda..." Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata... "Terima kasih suamiku... karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia... dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu... dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu..." Subhanallah... Indahnya saling mencintai karena Allah... 

meskipun terpisah sementara di dunia tiada sesal karena yakin bahwa Allah akan mempersatukan kembali di akhirat. Semoga Allah merahmati setiap pasangan suami-istri dan keluarga yang saling sayang-menyayangi dan mencintai karena Allah Ta'ala, aamiin yaa rabbal alamien.

Kisah Inspiratif seorang Imam

Posted by Unknown On 19.30
Tersebutlah kisah, seorang Imam yang dipanggil ke suatu tempat untuk menjadi Imam di sebuah masjid. Ia pun hendak berangkat ke tempat itu, telah menjadi kebiasaan, Imam tersebut selalu menaiki bus untuk pergi ke masjid. Pada suatu hari, selepas Imam tersebut membayar tiket dan duduk di dalam bus, dia tersadar saat kondektur bus tersebut memberikan uang kembaliannya. Namun ternyata uang itu lebih dari yang harus ia bawa, sebanyak 20 sen. 

Sepanjang perjalanan Imam tersebut memikirkan tentang uang 20 sen tersebut. “Perlukah aku mengembalikan uang 20 sen ini?” Imam tersebut bertanya kepada dirinya. “Ah… pemilik bus ini sudah kaya, rasanya hanya uang sebesar 20 sen tidak akan menjadi masalah. Untuk membeli bensin pun tidak akan cukup,” hati kecilnya berkata-kata. 

Sesampainya di masjid, Imam itu pun segera menghentikan bus dengan membunyikan bel. Bus pun berhenti. Namun, saat akan turun Imam itu merasakan kaku tubuhnya. Seketika itu juga ia berhenti berjalan dan berpaling kepada kondektur bus, sambil mengembalikan uang 20 sen yang tadinya takkan dia kembalikan. “Tadi, kamu memberikan uang kembalian terlalu banyak kepada saya,” kata Imam kepada kondektur bus. “Oh, terima kasih! Kenapa dikembalikan pak? padahal uang 20 sen itu sangat kecil nilainya,” tutur kondektur bus. Sang Imam pun menjawab, “Uang tersebut bukan milik saya, sebagai seorang muslim saya harus berlaku jujur.” Kondektur bus tersebut tersenyum dan berkata, 

“Sebenarnya saya sengaja memberi uang kembalian lebih sebanyak 20 sen, saya ingin tahu kejujuran anda wahai Imam.” Imam tersebut turun dari bus dan seluruh jasadnya menggigil kedinginan. Imam tersebut berdoa sambil menadah tangan, “Astaghfirullah! Ampunkan aku ya Allah, aku hampir-hampir menjual harga sebuah iman dengan 20 sen.” Kini, banyak sekali orang yang dengan mudahnya menukar keimanan dengan beberapa bungkus mie atau sedikit beras. 

Hanya untuk mengenyangkan perut, tanpa mengingat balasan yang akan didapat di dunia ataupun di akhirat. Banyak orang yang tidak sadar, uang yang dia konsumsi akhirnya akan menjadi nyala api di akhirat kelak. “Sedikit kok,” mungkin begitulah tadinya para petinggi yang menyalahgunakan uang umat. Tapi akhirnya godaan setan terus memperdengarkan nyanyian neraka lalu tergoda kembali untuk mengambil uang yang bukan haknya sedikit demi sedikit

TVRI

Posted by Unknown On 19.23

TV Edukasi

Posted by Unknown On 19.20

METRO TV

Posted by Unknown On 19.16

kompas TV

Posted by Unknown On 19.06

Ari lasso on Youtube Feat Ariel Tatum

Posted by Unknown On 00.31

Ari lasso feat Ariel Tatum menyanyikan sebuah judul karena aku telah denganmu adalah sebuah lagu yang menyentuh hati para pendengar yang menikmati musiknya. 


 dalam lagu ini mengisahkan permintaan maaf terhadap kekasihnya.


Judika Feat Duma Riris on youtube

Posted by Unknown On 00.15

Judika Feat Duma Riris Sampai Akhir
   


Judika cinta satukan kita
   

 Judika Bukan Rayuan Gombal

Senin, 05 Mei 2014

Straming TV 1

Posted by Unknown On 23.38

Streaming ANTV

Posted by Unknown On 23.26

TV live Streaming Mivo

Posted by Unknown On 23.17
Widget TV Online Mivo TV Online

TV Luar Negeri

Posted by Unknown On 23.12

RCTI LIVE STREAMING

Posted by Unknown On 22.38

sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat. Pertama, Tidak Punya Visi Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati. Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.” Kedua, Kasar Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri. Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka. Ketiga, Sombong Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong. Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami. Keempat, Tertutup Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan. Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini. Kelima, Plinplan Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34). Keenam, Pembohong Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong. Ketujuh, Cengeng Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar. Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Kedelapan, Pengecut Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut. Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang. Kesembilan, Pemalas Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami. Kesepuluh, Cuek Pada Anak Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya. Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita. Kesebelas, Menang Sendiri Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api. Keduabelas, Jarang Komunikasi Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga. Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya. Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam
  • Unordered List

  • Contact us